Teknik Pengajaran Menulis Cerita (Pendek)

Desember 18, 2008 at 12:28 pm 2 komentar

Oleh: Dede M. Riva, S.Pd.

Bagi sebagian siswa menulis cerita dirasakan sebagai wisata hati, sesuatu yang sangat menyenangkan. Melalui cerita seseorang dapat berbagi pengalaman hidup dan berkeluh-kesah. Melalui cerita pula penulis dapat merekam lika-liku kehidupan yang dijalaninya. Masalahnya, bagaimana cara memotivasi siswa yang belum terbiasa menulis cerita?

Pengajaran menulis cerita dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut. Pertama, mencatat yang terlintas, yaitu tuliskan sebanyak mungkin kata yang terlintas dalam pikiran setelah mendengar suatu kata. Misalnya, ketika dikatakan “sandal jepit”, tuliskan “alas kaki, murah, toilet, licin, santai, dsb.”

Kegiatan ini adalah aktivitas pembuka untuk melepaskan sekat-sekat keraguan serta melatih kreativitas berpikir. Umumnya kendala menulis adalah (a) keraguan untuk memulai menulis, (b) keraguan untuk merangkai jalan cerita, dan (c) keraguan apakah tulisannya bagus atau tidak. Hambatan-hambatan itulah yang ingin dikikis melalui kegiatan Mencatat yang Terlintas.

            Kedua, mendeskripsikan, yaitu memberikan gambaran tentang suatu objek, tempat, suasana, tokoh, penokohan, dsb. sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan, melihat, mendengar, mencium apa yang dideskripsikan penulis. Latihan pendeskripsian dilakukan dengan cara (a) mendeskripsikan sesuatu yang terlihat, (b) mendeskripsikan sesuatu yang terdengar, (4) mendeskripsikan sesuatu yang tercium, dan (d) mendeskripsikan sesuatu yang teraba. Latihan ini dilakukan satu per satu agar pendeskripsian dapat lebih terfokus dan mendalam (detail).

Latihan pendeskripsian sangat penting karena karya-karya tulis besar yang menarik minat pembaca adalah karya yang berhasil dari segi pendeskripsian. Di antara daya tarik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata adalah karena sukses mendeskripsikan indahnya keberagaman di antara sepuluh sekawan (laskar pelangi). Novel The Davinci Code menjadi menarik karena Dan Brown, pengarangnya, berhasil mendeskripsikan ketegangan Sophie Neveu dan Langdon dalam usahanya memecahkan kode-kode rahasia dan melepaskan diri dari kejaran polisi dan rivalnya. Ketika Cinta Bertasbih menarik untuk dibaca karena Habiburrahman El Shirazy berhasil memberikan penggambaran tentang keuletan Khairul Azzam hingga dapat meraih sukses.

            Ketiga, menggunakan pengandaian 180° berbeda. Latihan menulis cerita tidak harus dimulai dengan sesuatu yang baru. Latihan dapat dimulai dengan sesuatu yang sudah dikenal semua siswa. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran umum tentang apa yang akan dituliskan. Tapi, agar cerita tetap menarik, siswa diharuskan menulis cerita dengan karakteristik tokoh yang berbeda 180°. Misalnya, bila siswa hendak menuliskan kembali cerita “Si Kancil”, maka karakteristik Kancil yang biasanya lebih cerdik daripada Buaya, kali ini diubah 180° berbeda sehingga Buaya dibuat lebih cerdik.

            Keempat, menggunakan berbagai sudut pandang (point of view). Sudut pandang artinya dari pandangan mana peristiwa-peristiwa dalam cerita dipaparkan, apakah dari sudut pandang pengarang, tokoh A, atau tokoh B. Di dalam cerita yang utuh, sudut pandang selalu berubah. Oleh karena itu, perubahan sudut pandang merupakan bagian yang harus dilatihkan agar siswa dapat membuat cerita yang lebih variatif dan menarik.

Pada cerita Si Kancil (dengan 180° berbeda), pertama-tama siswa diminta untuk menuliskan cerita dengan sudut pandang Si Kancil. Selanjutnya, siswa diminta untuk membuat cerita tersebut dengan sudut pandang Buaya.

Kegiatan menulis ibarat mengasah gergaji. Bila tidak pernah diasah, gergaji akan tumpul, tak tajam. Tapi, semakin sering gergaji diasah, maka semakin tajam gergaji kita, semain mudah pula kita memakainya. Demikian pula dengan menulis, semakin sering berlatih maka semakin terampil kita menulis.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Mengenali dan Mengembangkan Berbagai Potensi Peserta Didik Metode Pembelajaran Efektif

2 Komentar Add your own

  • 1. eighTsuN  |  September 6, 2009 pukul 10:40 am

    Infonya bagus, .
    Saya mau belajar menulis cerita untuk ikut lomba

    Balas
  • 2. ipah latipah  |  Februari 5, 2010 pukul 10:53 am

    Assalamualaikum, Wr.Wb.
    Bapak/Ibu pengurus MGMP SMP tolong donk adakan pertemuan tuk bedah SKL bahasa Indonesia biar kita bisa fresh….tuk berbagi ilmunya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Anda pengunjung ke:

  • 207,253

AGENDA: 31 JANUARI 2011

Pertemuan MGMP Bahasa Indonesia SMP di SMPN 2 Bogor.
Kegiatan: - Bedah SKL Ujian Nasional 2011 (Puspendik)
- Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda,
- Pengumpulan Media pembelajaran Powerpoint.
(Dimohon Bapak/Ibu membawa Lembar Jawaban Siswa hasil UAS Ganjil, sebanyak siswa yang diajarnya).
Terima kasih

----------------------------------------- Wadah komunikasi Guru Bahasa Indonesia. Kirimkan karya Anda ke email: bindobogor@gmail.com
Rekan-rekan yang akan mengunduh/mendownload, silahkan klik halaman unduh! Rekan Guru Bahasa Indonesia SMP yang memerlukan RPP Bahasa indonesia untuk diadopsi/revisi dapat mendownloadnya di: http://hoesnaeni.wordpress.com/download/
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Klik tertinggi

    Lokasi Pengunjung


    %d blogger menyukai ini: